Category Archives: Creativity and Innovation

Final Term Creativity and Innovation : Lesson Learned from the Course

By the end of the course, I learn some specific things through the Creativity and Innovation, they are:

1. Learn to bring out new and exciting ideas and activities that are unique to one person

2. Creative writing is an area of study which allows people to truly express themselves. In creative writing, often times people will write plays and stories that allow the imagination to think freely and talk about almost anything

3. Creativity isn’t just art. It is our very essence

4. Creativity means using your brain, and anything you do to use your brain improves your intelligence and helps you to learn how to think better

5.Creative writing can give out information in more interesting ways, and can help make learning that information more fun.

6.Creative writing helps you to be a better writer, because practice makes perfect in writing just as in any other skill.

 

Advertisements

Creativity and Innovation Final Exam : Digital Business

This post contain material of Creativity and Innovation Final Exam Course SBM ITB 2011

I-TOONS

What is I-TOONS?

I-TOONS is a Peer 2 Peer sharing for Kids Entertainment, I-TOONS offer tons of High Definition Cartoon Show from Various Television Channel. I-TOONS also features an on-demand video show, so the customer could watch their favorite cartoon show anytime.

Why I-TOONS

I-TOONS offer a wide variety of cartoon show with on demand technology, so children could enjoy their favorite show anytime without disturbing their everyday activity, like: studying, go to school, or even go to church at Sunday morning.

I-TOONS Business Model

I-TOONS Business Model

 

What Is and What Should be The Business Model of Goggles

This post contains of Goggles Business Model which is a Search Engine through the Internet with an image capture technology.

The Business Model:

Goggles Bisnis Model

What Is and What Should be The Business Model

This post consist of a business model of a Radio. this business model provides service of radio channel all around the world with ease of use and flexibility. This service makes listening to radio easier and can be enjoyed anywhere, anytime.

This is the business model:

Business Model for Digital Radio

What Is and What Should be the 20 Most Influential Person

On one of the Creativity and Innovation Course, We being introuduced to make a unique way to memorize the 20 most influential person in the world by creating some narration based on the order of the table. The order of the 20 most influential person is shown below:

1. Muhammad – Ratu

2. Isaac Newton – Gua

3. Jesus Christ – Raga

4. Buddha – Tempat

5. Confucius – Terima

6. St. Paul -Senam

7. Tsai Lun – Baju

8. Johan Gutenberg – Balapan

9. Christopher Colombus – Cemilan

10. Albert Einstein – Sesepuh

11. Louis Pasteur – Sebel

12. Galileo Galilei – Dobel

13. Aristotle – Timbel

14. Euclid – Fabel

15. Moses – Mebel

16. Charles Darwin – Nambal

17. Shih Huang Ti – Jubel

18. Augustus Caesar – Label

19. Nicolas Copernicus – Sambel

20. Antoine Laurent Lavoisier – Dapul

After knowing the exact order and also the keyword, we created a narration based on the name and the keyword, me myself created the narration with Tofan, Bala, and Hadiyan. The narration is:

Suatu hari, ada seorang yang bernama Muhammad yang punya anak dinamainnya Ratu. Muhammad itu, ternyata temennya si Isaac Newton yang bertempat tinggal di goa. Kenapa ya di goa? Soalnya, anaknya si Isaac yang bernama Jesus Christ mempunyai jiwa dan raga yang cocok untuk tinggal di goa. Salah satu yang mendukung tempat tinggal Isaac dan Jesus adalah si Buddha.

Lalu, mereka juga berterima kasih kepada Confucius karena udah memberikan baju senam kepada St. Paul. Si St. Paul pingin banget katanya baju senam itu. akan tetapi, baju senamnya direbut sama Tsailun, karena Tsailun tidak punya baju yang layak pakai.

Disaat itu, Johann Gutenberg yang punya hobi balapan, sedang makan cemilan bersama Christoper Colombus. Mereka berdua, sedang memikirkan keadaan sesepuh mereka yang sedang sakit, namanya Albert Einstein. Mereka sebel banget sama Louis Pasteur yang sudah merawat sesepuh mereka itu dengan cara yang tidak baik. Apalagi, ditambah kelakuan si temennya juga yang penghianat, Galileo Galilei, jadi dobel dobel sebelnya.

Untuk menghilangkan rasa sebel yang udah dobel, setelah makan cemilan, akhirnya memutuskan untuk makan timbel aja deh di warung si Aristotle. Mereka juga sambil diceritain cerita fable sama si Euclid. Habis makan nasi timbel, tiba-tiba pingin beli mebel di toko sebelah yang punyanya Moses. Tapi, apa daya tangan tak sampai, mereka harus nambal bannya karena tiba-tiba bocor. Dan salah satu teman mereka yang punya tambal ban adalah Charles Darwin.

Dengan begitu banyak peristiwa yang dialaminya, mereka berdua akhirnya memutuskan untuk menaik metro mini yang isinya orang berjubekl-jubel. Metro mini itu dinamakan “Shih Huang Ti”. Si sopir metro mini, Augustus Caesar, untuk mempermudah pengenalan orang-orang yang ada di bisnya, dia memakaikan label di setiap penumpangnya. Tapi, salah satu penumpang yang bernama Nicolaus Copernicus, dia malah enak-enakan makan sambel bareng Antoine Laurent si cadel yang hobi makan di dapul.”

What is and What Should be the Lesson Learned from Mr Budi Raharjo

Budi Rahardjo is an educator and entrepreneur. He is a lecturer at Electrical Engineering, Institut Teknologi Bandung, Indonesia. He is a founder of several IT-based start-up companies and has contributed to many IT-related initiatives in Indonesia such as in the .ID domain management, Indonesia Computer Emergency Response Team / Coordination, and Bandung High Tech Valley.

Mr Budi Rahardjo tells us about his experience in business in the Creativity and Innovation Course, he told us about his experience when running the digital music store in Blitz Megaplex Paris Van Java Bandung. He is a great inn0vator on creating business model in Indonesia which is Digital Music Store, the reason behind the development was he wanted music to become easier to get and also he wanted that music can be enjoyed by everyone.

The most interesting quotes from himself and becoming my lesson learned from his lecture was : “If we want to start a business, we must  put all of our effort into it, because business isn’t always about money, but there were one more thing that sometimes people forgot, which is : Time, We can replace the money that we’ve lost, but we couldn’t replace the time that we’ve lost”

Thanks for reading, and enjoy every little time of your life mate

Creativity and Innovation Mid Term Test

This post contains the material of SBM ITB’S Creativity and Innovation Course Mid Term Test

1. Identifikasi peluang, prospek, dan kesempatan bagi Mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi

Untuk topik pertama ini, saya mengambil contoh dari lingkungan terdekat saya, yaitu SBM – ITB. Saya sedang menempuh tingkat akhir perkuliahan di SBM ITB, dan hal tersebut menandakan bahwa saya telah menempuh masa perkuliahan saya di SBM ITB selama 2 tahun terakhir. Melalui 2 tahun perkuliahan di SBM ITB, saya menemukan bahwa peluang untuk berkreasi dan berinovasi sangatlah terbuka dengan lebar di SBM ITB, baik secara akademis maupun organisasi formal diluar bidang akademis.

Dimulai dari tahun pertama perkuliahan di SBM ITB, prodi SBM telah memfasilitasi mahasiswa tingkat pertama SBM ITB untuk berkreasi secara luas dalam bentuk kesenian melalui perkuliahan “Performance Art” , “Artistic Recollecti0n“, dan ” Management Practice“. Melalui rangkaian perkuliahan tersebut, mahasiswa diberi kesempatan untuk berkreasi dalam bentuk seni peran, dan pada akhirnya kami semua diharuskan untuk membuat pertunjukkan seni peran yang bernama “ODDISEY” pada perkuliahan Management Practice. Melalui rangkaian perkuliahan seni peran tersebut, setiap mahasiswa diberi kesempatan untuk berkreasi untuk membuat sebuah pentas, dimana kami dibagi ke dalam lima kelompok artistic, dan setiap mahasiswa mempunyai peran yang spesifik dalam kelompok tersebut. Melalui hal tersebut, setiap mahasiswa dapat berkreasi dan mengeksplorasi setiap bakat yang mereka miliki. Saya sendiri mendapat peran sebagai ketua dari tim musik pada Oddisey 2010, dan melalui kesempatan tersebut saya dapat berkreasi secara bebas dalam mengatur flow musik di dalam pentas tersebut. Jika dikaitkan dengan 5 level kreativitas, maka kesempatan berkreasi yang telah disebutkan sebelumnya termasuk di dalam level Orientational  yang berarti  pada tingkat ini manusia mengembangkan kemampuan yang memungkinkan ekspresi kreatif dengan berbagai cara, dimana pengembangan kreativitas pada tingkat sebelumnya dilakukan untuk pengembangan masyarakat

 

 

Mix and Match Show at Oddisey 2010

 

 

 

Pada tahun kedua masa perkuliahan di SBM ITB, prodi SBM juga memfasilitasi mahasiswa tingkat kedua SBM ITB untuk berinovasi melalui perkuliahan “Integrative Business Experience”. Melalui kuliah ini setiap mahasiswa diberi kesempatan untuk berinovasi secara luas untuk menciptakan produk inovatif yang akhirnya harus dipasarkan. Mahasiswa tingkat kedua SBM ITB dibagi ke dalam lima kelompok, dimana masing – masing kelompok merupakan satu perusahaan secara utuh, selain untuk berinovasi dalam menciptakan produk melalui kuliah ini kami juga dapat merasakan atmosfer bisnis yang sesungguhnya karena setiap perusahaan diharuskan menggunakan pinjaman uang kepada bank sebagai modal, dan harus menghasilkan keuntungan yang sebesar – besarnya. Melalui perkuliahan ini mahasiswa juga berprospek untuk mengeksplore setiap bakat kreativitas serta bakat kewirausahaan di dalam diri mereka masing – masing. Saya sendiri tergabung di dalam sebuah perusahaan yang bernama “Bingo Company” , perusahaan ini terdiri atas 34 mahasiswa, dan kami menciptakan produk inovatif yang berupa lemari, buku, dan tempat untuk membawa makanan. ika dikaitkan dengan 5 level kreativitas, maka kesempatan untuk berinovasi yang telah disebutkan sebelumnya termasuk di dalam level Innovational, dimana pada level ini manusia berinovasi untuk menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada.

Dynabox Product

 

 

Stockage Product

 

 

 

TI-MOB Product

 

 

Selain dalam bidang akademis Mahasiswa juga dapat berkreasi dan berinovasi melalui organisasi – organisasi yang ada, di SBM ITB terdapat organisasi – organisasi formal seperti Satoe Indonesia yang bergerak dalam pembangunan masyarakat atau community development , serta KMSBM yang merupakan Himpunan dari Mahasiswa SBM ITB. Melalui organisasi ini mahasiswa dapat lebih banyak berkreasi serta berinovasi untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di dalam perkuliahan. Sebagai contoh, Mahasiswa SBM ITB menyelenggarakan acara tahunan yaitu “SBM ITB Golf Tournament” yang menuntut kerja sama serta partisipasi aktif setiap mahasiswa dalam kesuksesan acara tersebut.

 

 

SBM ITB Golf Tournament 2011

 

 

 

2. Masalah yang menghambat mahasiswa untuk menjadi kreatif dan inovatif

Menurut saya hambatan bagi mahasiswa untuk menjadi kreatif dan inovatif terletak pada pola pikir yang terbatas pada satu titik yang konvensional dan tidak berpikiran tentang hal – hal lain, misalnya adalah Mahasiswa yang menganggap bahwa kuliah hanya sebatas pada duduk di dalam kelas, mendengarkan dosen, ujian, mendapatkan IP tinggi, lulus cum laude, lalu kerja dan mendapatkan gaji tinggi. Melalui pola pikir seperti ini maka mahasiswa menjadi lebih sulit untuk berkreasi serta berinovasi karena pikiran mereka terbatas pada sebuah hal tanpa menghiraukan faktor – faktor penting lainnya seperti networking, soft skill, serta pengalaman berorganisasi. Hambatan lainnya juga adalah takut untuk mengambil risiko, jika seseorang selalu menghindari risiko maka Ia tidak akan menjadi orang yang kreatif dan inovatif

3. Solusi 

Solusi agar Mahasiswa dapat lebih kreatif dan inovatif adalah mahasiswa harus memperluas wawasan mereka sehingga dapat lebih tahu keadaan lingkungan mereka dan dapat lebih aktif dalam kegiatan – kegiatan non akademis, pendidikan yang diberikan di setiap universitas juga diharapkan tidak lagi hanya sekedar pendidikan di kelas, tetapi lebih dititikberatkan pada praktik nyata sehingga mahasiswa dapat lebih terbuka pemikirannya.

4. Kesimpulan

Jika dikaitkan dengan 5 level of Creativity yaitu Existential, Communicational, Instrumental, Orientational, dan Innovational maka Mahasiswa dapat mengeksplore tingkat kreativitas mereka di setiap level tanpa terkecuali karena telah didukung dengan kemajuan teknologi serta fasilitas yang disediakan oleh Universitas. Dan jika dilihat dari 4 level inovasi : teknologi, produk, proses, dan bisnis model , mahasiswa juga dapat melakukan inovasi dari semua segi tersebut, karena didukung juga dengan enviromnent inovatif seperti bisnis – bisnis kreatif yang telah semarak di sekitar kita akhir – akhir ini. Semuanya bergantung kepada diri mahasiswa itu sendiri jika ingin untuk menjadi lebih kreatif dan lebih inovatif

Sesuai dengan buku karangan Thomas L. Friedman yang berjudul ” The World is Flat” , maka kita semua sebagai mahasiswa dan calon pemimpin masa depan harus lebih gigih lagi untuk berkreasi serta melakukan inovasi karena di masa yang akan datang akan inovasi akan menjadi tuntutan terbesar bagi lingkungan.

 

 

 

Andra Geraldy Yoseph

19009167

SBM ITB