Creativity and Innovation Mid Term Test

This post contains the material of SBM ITB’S Creativity and Innovation Course Mid Term Test

1. Identifikasi peluang, prospek, dan kesempatan bagi Mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi

Untuk topik pertama ini, saya mengambil contoh dari lingkungan terdekat saya, yaitu SBM – ITB. Saya sedang menempuh tingkat akhir perkuliahan di SBM ITB, dan hal tersebut menandakan bahwa saya telah menempuh masa perkuliahan saya di SBM ITB selama 2 tahun terakhir. Melalui 2 tahun perkuliahan di SBM ITB, saya menemukan bahwa peluang untuk berkreasi dan berinovasi sangatlah terbuka dengan lebar di SBM ITB, baik secara akademis maupun organisasi formal diluar bidang akademis.

Dimulai dari tahun pertama perkuliahan di SBM ITB, prodi SBM telah memfasilitasi mahasiswa tingkat pertama SBM ITB untuk berkreasi secara luas dalam bentuk kesenian melalui perkuliahan “Performance Art” , “Artistic Recollecti0n“, dan ” Management Practice“. Melalui rangkaian perkuliahan tersebut, mahasiswa diberi kesempatan untuk berkreasi dalam bentuk seni peran, dan pada akhirnya kami semua diharuskan untuk membuat pertunjukkan seni peran yang bernama “ODDISEY” pada perkuliahan Management Practice. Melalui rangkaian perkuliahan seni peran tersebut, setiap mahasiswa diberi kesempatan untuk berkreasi untuk membuat sebuah pentas, dimana kami dibagi ke dalam lima kelompok artistic, dan setiap mahasiswa mempunyai peran yang spesifik dalam kelompok tersebut. Melalui hal tersebut, setiap mahasiswa dapat berkreasi dan mengeksplorasi setiap bakat yang mereka miliki. Saya sendiri mendapat peran sebagai ketua dari tim musik pada Oddisey 2010, dan melalui kesempatan tersebut saya dapat berkreasi secara bebas dalam mengatur flow musik di dalam pentas tersebut. Jika dikaitkan dengan 5 level kreativitas, maka kesempatan berkreasi yang telah disebutkan sebelumnya termasuk di dalam level Orientational  yang berarti  pada tingkat ini manusia mengembangkan kemampuan yang memungkinkan ekspresi kreatif dengan berbagai cara, dimana pengembangan kreativitas pada tingkat sebelumnya dilakukan untuk pengembangan masyarakat

 

 

Mix and Match Show at Oddisey 2010

 

 

 

Pada tahun kedua masa perkuliahan di SBM ITB, prodi SBM juga memfasilitasi mahasiswa tingkat kedua SBM ITB untuk berinovasi melalui perkuliahan “Integrative Business Experience”. Melalui kuliah ini setiap mahasiswa diberi kesempatan untuk berinovasi secara luas untuk menciptakan produk inovatif yang akhirnya harus dipasarkan. Mahasiswa tingkat kedua SBM ITB dibagi ke dalam lima kelompok, dimana masing – masing kelompok merupakan satu perusahaan secara utuh, selain untuk berinovasi dalam menciptakan produk melalui kuliah ini kami juga dapat merasakan atmosfer bisnis yang sesungguhnya karena setiap perusahaan diharuskan menggunakan pinjaman uang kepada bank sebagai modal, dan harus menghasilkan keuntungan yang sebesar – besarnya. Melalui perkuliahan ini mahasiswa juga berprospek untuk mengeksplore setiap bakat kreativitas serta bakat kewirausahaan di dalam diri mereka masing – masing. Saya sendiri tergabung di dalam sebuah perusahaan yang bernama “Bingo Company” , perusahaan ini terdiri atas 34 mahasiswa, dan kami menciptakan produk inovatif yang berupa lemari, buku, dan tempat untuk membawa makanan. ika dikaitkan dengan 5 level kreativitas, maka kesempatan untuk berinovasi yang telah disebutkan sebelumnya termasuk di dalam level Innovational, dimana pada level ini manusia berinovasi untuk menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada.

Dynabox Product

 

 

Stockage Product

 

 

 

TI-MOB Product

 

 

Selain dalam bidang akademis Mahasiswa juga dapat berkreasi dan berinovasi melalui organisasi – organisasi yang ada, di SBM ITB terdapat organisasi – organisasi formal seperti Satoe Indonesia yang bergerak dalam pembangunan masyarakat atau community development , serta KMSBM yang merupakan Himpunan dari Mahasiswa SBM ITB. Melalui organisasi ini mahasiswa dapat lebih banyak berkreasi serta berinovasi untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di dalam perkuliahan. Sebagai contoh, Mahasiswa SBM ITB menyelenggarakan acara tahunan yaitu “SBM ITB Golf Tournament” yang menuntut kerja sama serta partisipasi aktif setiap mahasiswa dalam kesuksesan acara tersebut.

 

 

SBM ITB Golf Tournament 2011

 

 

 

2. Masalah yang menghambat mahasiswa untuk menjadi kreatif dan inovatif

Menurut saya hambatan bagi mahasiswa untuk menjadi kreatif dan inovatif terletak pada pola pikir yang terbatas pada satu titik yang konvensional dan tidak berpikiran tentang hal – hal lain, misalnya adalah Mahasiswa yang menganggap bahwa kuliah hanya sebatas pada duduk di dalam kelas, mendengarkan dosen, ujian, mendapatkan IP tinggi, lulus cum laude, lalu kerja dan mendapatkan gaji tinggi. Melalui pola pikir seperti ini maka mahasiswa menjadi lebih sulit untuk berkreasi serta berinovasi karena pikiran mereka terbatas pada sebuah hal tanpa menghiraukan faktor – faktor penting lainnya seperti networking, soft skill, serta pengalaman berorganisasi. Hambatan lainnya juga adalah takut untuk mengambil risiko, jika seseorang selalu menghindari risiko maka Ia tidak akan menjadi orang yang kreatif dan inovatif

3. Solusi 

Solusi agar Mahasiswa dapat lebih kreatif dan inovatif adalah mahasiswa harus memperluas wawasan mereka sehingga dapat lebih tahu keadaan lingkungan mereka dan dapat lebih aktif dalam kegiatan – kegiatan non akademis, pendidikan yang diberikan di setiap universitas juga diharapkan tidak lagi hanya sekedar pendidikan di kelas, tetapi lebih dititikberatkan pada praktik nyata sehingga mahasiswa dapat lebih terbuka pemikirannya.

4. Kesimpulan

Jika dikaitkan dengan 5 level of Creativity yaitu Existential, Communicational, Instrumental, Orientational, dan Innovational maka Mahasiswa dapat mengeksplore tingkat kreativitas mereka di setiap level tanpa terkecuali karena telah didukung dengan kemajuan teknologi serta fasilitas yang disediakan oleh Universitas. Dan jika dilihat dari 4 level inovasi : teknologi, produk, proses, dan bisnis model , mahasiswa juga dapat melakukan inovasi dari semua segi tersebut, karena didukung juga dengan enviromnent inovatif seperti bisnis – bisnis kreatif yang telah semarak di sekitar kita akhir – akhir ini. Semuanya bergantung kepada diri mahasiswa itu sendiri jika ingin untuk menjadi lebih kreatif dan lebih inovatif

Sesuai dengan buku karangan Thomas L. Friedman yang berjudul ” The World is Flat” , maka kita semua sebagai mahasiswa dan calon pemimpin masa depan harus lebih gigih lagi untuk berkreasi serta melakukan inovasi karena di masa yang akan datang akan inovasi akan menjadi tuntutan terbesar bagi lingkungan.

 

 

 

Andra Geraldy Yoseph

19009167

SBM ITB

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: